neh yg udah pada mampir

Minggu, 11 Desember 2011

FAKTA INTER TIDAK PERNAH TERDEGRADASI


I. Campionato Federale/Prima Categoria & Seconda Categoria/Promozione FIF/FIGC
Sejak kompetisi sepakbola di Italia bergulir pd tahun 1898, klub2 sepakbola Italia baru bermunculan satu demi satu dan menyebabkan ledakan jumlah klub sepakbola yg berkompetisi di Campionato Federale. Untuk mengatasi masalah ini Federasi Sepakbola Italia yg ada saat itu (FIF yg kemudian berganti nama menjadi FIGC tahun 1909) membuat sebuah kompetisi baru bernama Seconda Categoria (sebelum masa Serie-B) di tahun 1904 sebagai ajang untuk menyaring kompetensi klub2 baru ini sebelum dipromosikan ke Campionato Federale baru yg sejak saat itu diberi nama anyar: Prima Categoria.
Adalah Pro Vercelli klub pertama dari Seconda Categoria yg berhasil promosi ke Prima Categoria di tahun 1907 dan bahkan langsung berhasil menjuarai kompetisi tertinggi sepakbola Italia tersebut di tahun 1908 ato hanya 1 tahun setelah promosi. Pd 1912 FIGC menetapkan peraturan baru ttg promosi yg akhirnya merubah nama Seconda Categoria menjadi Promozione.
II. FIGC & CCI
Tapi kemudian masalah barupun muncul, meskipun jumlah klub baru yg bisa masuk Prima Categoria berhasil dibatasi setiap musimnya namun jumlah klub yg berkompetisi di sana terus bertambah karena tidak adanya klub yg keluar (ato degradasi) dari situ. Parahnya adalah karena saat itu setiap klub yg berkompetisi di Prima Categoria memiliki representatif di FIGC (jd seperti Parlemen) maka banyak klub2 kecil yg jumlahnya mayoritas menolak usulan klub2 elit Italia untuk memberlakukan sistem degradasi untuk mengurangi jumlah klub Prima Categoria sekaligus membuat kompetisi berjalan lebih kompetitif.
Puncaknya adalah pd saat pelatih legendaris Italia, Vittorio Pozzo, mengajukan petisi kepada FIGC pd 1921 yg popular dengan sebutan Progetto Pozzo agar dirancang sebuah sistem degradasi namun setelah voting yg berjalan alot ternyata petisi tersebut harus kandas karena representatif klub2 kecil yg telah disebutkan di atas tidak ingin terlempar dari Prima Categoria. Akhirnya di tahun tersebut para klub elit memutuskan hengkang dari FIGC dan membentuk CCI dan mengadakan kompetisi sendiri yg mereka namakan Prima Divisione dan kasta keduanya yg dinamakan Seconda Divisione. Sementara di sisi lain FIGC tetep ngotot menyelenggarakan Prima Categoria meski tanpa dihadiri klub2 elit.
III. Prima Divisione 1921-1922 (CCI)
Salah satu regulasi yg disetujui dalam penyelenggaraan pertama Prima Divisione musim 1921-1922 oleh CCI adalah diberlakukannya regulasi sistem degradasi, sementara sistem kompetisi akan dibagi dalam 2 turnamen; Lega Nord dan Lega Sud. Juara masing2 turnamen akan diadu dalam Final untuk menentukan juara Prima Divisione 1921-1922.
Lega Nord yg diikuti 24 klub akan dipecah menjadi 2 Grup, kedua Juara Grup akan diadu dalam Final Lega Nord dan pemenangnya akan menjadi Juara Lega Nord Prima Divisione 1921-1922 sementara kedua Juru Kunci juga akan diadu dalam play-off degradasi (spareggi) dan yg kalah akan terdegradasi untuk kemudian digantikan Juara Lega Nord Seconda Divisione 1921-1922.
Lega Sud diikuti oleh 32 klub yg terbagi dalam 5 Regional berbeda (Lazio, Marche, Campania, Puglia dan Sicilia) karena kemampuan ekonomi klub2 peserta2 Lega Sud tidak memungkinkan untuk diadakannya turnamen panjang seperti yg diterapkan di Lega Nord, masing2 Juara Regional akan diadu dalam play-off dan pemenangnya menjadi Juara Lega Sud sementara regulasi degradasi Lega Sud memberlakukan sistem berbeda untuk masing2 Regional: Lazio (9 klub berformat liga, 3 klub terbawah degradasi langsung), Marche (6 klub yg dibagi dalam 2 grup, 5 klub terdegradasi langsung), Campania (7 klub berformat liga, hanya 1 klub terbawah yg degradasi langsung), Puglia (4 klub berformat liga, hanya 1 klub terbawah yg degradasi langsung), Sicilia (6 klub berformat liga, hanya 1 klub terbawah yg degradasi langsung).

Klasemen Akhir Prima Divisione CCI 1921-1922
Lega Nord
Grup A:
1. Pro Vercelli 36
2. Novara 32
3. Bologna 27
4. Mantova 24
5. Andrea Doria 23
6. Juventus 22
7. Hellas Verona 22
8. US Milanese 20
9. AC Milan 18
10. US Livorno 17
11. Spezia 16
12. Vicenza 7
Grup B:
1. Genoa 37
2. Alessandria 28
3. Pisa 27
4. Modena 26
5. Padova 23
6. Casale 20
7. Legnano 20
8. Savona 20
9. Torino 20
10. Venezia 17
11. Brescia 15
12. Inter Milan 11
i) Pro Vercelli dan Genoa maju ke Final Lega Nord
ii) Vicenza dan Inter Milan bertemu di Play-off degradasi Lega Nord
Lega Sud
Campania:
1. Puteolana 24
2. Savoia 18
3. Inter Napoli 12
4. Naples FC 11
5. Ilva Bagnolese 10
6. Juve Stabia 9
7. Salernitana 0
Sicilia:
1. Palermo 20
2. Libertas Palermo 12
3. Messinese 10
4. Umberto Messina 10
5. SC Messina 8
6. Vigor Trapani 0
Marche:
Grup Macerata:
1. Helvia Recina 8
2. Macerata FC 4
3. Virtus Macerata 0
Grup Ancona:
1. Anconitana 8
2. Virtus Senigallia 4
3. Folgore 0
Grup Finale Marche:
1. Anconitana 12
2. Vigor Senigallia 7
3. Helvia Recina 4
4. Macerata FC 1
Lazio:
1. Fortitudo Roma 28
2. Alba Roma 22
3. Juventus Audax 21
4. Lazio 21
5. US Romana 15
6. Roman FC 12
7. Audace Roma 12
8. Pro Roma 8
9. Tivoli 4
Puglia:
1. Audace Taranto 9
2. Pro Italia Taranto 8
3. Liberty Bari 6
4. Veloce Taranto 1
i) Puteolana, Palermo, Anconitana, Fortitudo Roma dan Audace Taranto maju ke Final Lega Sud
ii) Salernitana, Vigor Trapani, Virtus Macerata, Folgore, Audace Roma, Pro Roma, Tivoli dan Veloce Taranto terdegradasi langsung ke Seconda Divisione Lega Sud
Finale Lega Nord
Pro Vercelli vs Genoa 0-0 2-1 (Agg. 2-1)
Finale Lega Sud
1st Round:
Puteolana vs Anconitana 3-0
Audace Taranto vs Palermo 1-0
Semifinal:
Fortitudo Roma vs Audace Taranto 4-1
Final:
Fortitudo Roma vs Puteolana 2-0
Finale Prima Divisione CCI 1921-1922
Fortitudo Roma vs Pro Vercelli 0-3 5-2 (Agg.8-2)
* Revisi pasca Comprommeso Colombo:
Lega Nord;
1) Play-off degradasi Vicenza vs Inter Milan dibatalkan
2) US Livorno, Spezia, Venezia dan Brescia diikutsertakan dalam play-off degradasi
Lega Sud;
1) Grup Regionale Marche ditiadakan, semua klub di dalamnya terdegradasi ke Seconda Divisione Lega Sud kecuali Anconitana sebagai Juara Grup
IV. Re-Integrasi CCI ke FIGC 1922
Pd 22 Juni 1922 atau hanya setahun setelah ‘pembelotan’ CCI, pihak FIGC dan CCI menyetujui petisi yg diajukan Emilio Colombo (Direktur harian olahraga terkemuka La Gazzetta Dello Sport saat itu). Petisi ini yg dikenal dengan sebutan Comprommeso Colombo yg berisi formula penyelenggaraan sebuah kompetisi baru yg diikuti klub2 hasil integrasi kompetisi Prima Categoria dan Promozione FIGC dengan Prima Divisione dan Seconda Divisione CCI, pada akhirnya baik FIGC dan CCI menyepakati Comprommeso Colombo dan setuju untuk bersatu kembali di bawah nama FIGC.
Dengan disetujui kesepakatan ini lahirlah Prima Divisione baru yg menggantikan Prima Categoria FIGC dan Prima Divisione CCI, serta lahir juga Seconda Divisione baru yg menggantikan Promozione FIGC dan Seconda Divisione CCI. Baik Prima Divisione dan Seconda Divisione dibagi dalam 2 Turnamen, Lega Nord akan dijalankan oleh FIGC sementara Lega Sud dijalankan CCI.
V. Petisi Emilio Colombo (Direktur La Gazzetta Dello Sport) 1922
Untuk memperjelas apa saja isi dari Petisi Colombo atau yg dikenal dengan Comprommeso Colombo, maka di sini saya akan menjabarkan poin2 Comprommeso Colombo sesuai apa yg saya ketahui.
Hal-hal yg disepakati:
1) Reunifikasi kedua Asosiasi (FIGC dan CCI) dan reintegrasi kompetisi2 di bawah kedua Asosiasi tersebut.
2) Kompetisi utama musim 1922-1923 yg kini dinamai Prima Divisione di bawah FIGC (Lega Nord) akan diikuti oleh 36 klub dari 2 kompetisi musim sebelumnya Prima Categoria FIGC dan Lega Nord Prima Divisione CCI serta dibagi dalam 3 Grup – setiap grup diisi masing2 12 klub.
3) Kompetisi utama baru musim 1922-1923 akan diselenggarakan terpisah antara Lega Nord di bawah FIGC dan Lega Sud di bawah CCI.
4) Pada kompetisi Lega Sud di bawah CCI, seluruh proses teknis kompetisi akan diserahkan sepenuhnya kepada Asosiasi yg berwenang (CCI).
5) Kompetisi sepakbola Italia mulai musim kompetisi 1922-1923 akan terdiri dari 4 level/kasta yaitu Prima Divisione danSeconda Divisione yg dijalankan bersama oleh FIGC (Lega Nord) dan CCI (Lega Sud) sertaTerza Divisione dan Quarta Divisione yg dijalankan oleh Comitati Regionali/Komite Regional (di bawah CCI).
6) Mulai musim kompetisi 1923-1924, Prima Divisione Lega Nord FIGC hanya akan diikuti 24 klub.
7) FIGC mengakui Pro Vercelli yg memenangkan Prima Divisione 1921-1922 CCI sebagai Juara Italia (scudetto) yg sah. (Akhirnya hal ini menjadikan adanya 2 Juara pd musim 1921-1922: Novese sebagai juara Prima Categoria dan Pro Vercelli sebagai juara Prima Divisione.
Pengorganisasian 36 klub peserta Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923:
1) 12 klub yg berasal dari Prima Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI, terdiri dari masing2 6 klub yg menempati posisi teratas Grup A dan Grup B. Mereka adalah: Pro Vercelli, Novara, Bologna, Mantova, Andrea Doria, Juventus, Genoa, Alessandria, Pisa, Modena, Padova, Casale.
2) 12 klub yg berasal dari Prima Categoria 1921-1922 FIGC, terdiri dari masing2 2 klub yg menempati posisi teratas keenam Grup Regional. Mereka adalah: Sampierdarenese, Speranza Savona, Novese, US Torinese, Esperia Como, Cremonese, Petrarca Padova, Udinese, SPAL, Virtus Bolognese, Pro Livorno, Lucchese.
3) 6 klub yg berasal dari Prima Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI, terdiri dari masing2 3 klub yg menempati posisi ke-7 hingga ke-9 dari Grup A dan Grup B. Mereka adalah: Hellas Verona, US Milanese, AC Milan, Legnano, Savona, Torino.
4) 6 klub yg berasal dari hasil play-off degradasi (spareggi), peserta spareggi terdiri dari: 3 klub yg menempati posisi terbawah Grup A dan Grup B Prima Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI (total 6 klub), masing2 2 klub yg menempati posisi ke-3 hingga ke-4 dari keenam Grup Regional Prima Categoria 1921-1922 FIGC (total 12 klub), 2 klub yg menempati posisi teratas Putaran Final Seconda Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI (total 2 klub).
Pengorganisasian spareggi Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923:
1) Putaran Kualifikasi spareggi FIGC diikuti oleh seluruh wakil dari Prima Categoria 1921-1922 FIGC (12 klub) yg akan diundi untuk bertanding satu sama lain dan akan menghasilkan 6 klub yg maju ke Putaran Utama spareggi. Mereka adalah: Rivarolese, Valenzana, Pastore, Viareggio, Como, Piacenza, Bentegodi Verona, Sestrese, Parma, Treviso, Libertas Firenze, Enotria Goliardo. Putaran Kualifikasi CCI diikuti 2 klub Juru Kunci Grup A dan Grup B Prima Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI melawan 2 klub wakil Seconda Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI dan akan menghasilkan 2 klub yg maju ke Putaran Utama spareggi. Mereka adalah: Vicenza, Inter Milan (Prima Divisione), Derthona, SC Italia Milano (Seconda Divisione). Format pertandingan berlangsung 1 kali di tempat netral.
2) Putaran Utama spareggi diikuti 8 klub dari Putaran Kualifikasi spareggi dan 4 klub tersisa wakil Prima Divisione Lega Nord 1921-1922 CCI yg akan diundi untuk bertanding satu sama lain dan akan menghasilkan 6 klub yg berhak mengikuti Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923. Mereka adalah: Venezia, Rivarolese, Pastore, Spezia, US Livorno, Piacenza, Sestrese, Brescia, Derthona, Treviso, Inter Milan, Libertas Firenze. Format pertandingan berlangsung 2 kali home dan away, apabila dalam 2 pertandingan tidak berhasil menemukan pemenang maka diadakan 1 pertandingan penentu di tempat netral.
3) Putaran Tambahan spareggi diikuti 4 klub yg tersingkir dari Putaran Utama spareggi (2 klub lagi tidak diikusertakan, Libertas Firenze tidak memiliki jumlah skuad yg cukup dan Piacenza mengundurkan diri) yg dibagi dalam 2 putaran, semifinal dan final. Mereka adalah: Sestrese, Venezia, Spezia, Treviso. Semua putaran berformat 1 kali pertandingan di tempat netral.
Setelah spareggi berhasil menghasilkan 6 klub yg berhak mengikuti Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923, ternyata masih ada 1 jatah tersisa sebagai akibat dari bangkrutnya Pro Livorno yg sebelumnya sudah masuk ke dalam 12 klub teratas Prima Categoria 1921-1922 FIGC. Karena alasan inilah Comprommeso Colombo memperpanjang masa spareggi untuk menghasilkan 1 klub lagi yg mengikuti Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923.
Hasil lengkap spareggi Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923:
Putaran Kualifikasi
Dibagi dalam 2 zona; zona FIGC dan zona CCI. Pertandingan berlangsung 1 kali dan dilaksanakan di tempat netral, kemudian diulang di lain waktu apabila hasilnya imbang. Pemenang melaju ke putaran utama.
FIGC
Rivarolese – Valenzana 2-0
Pastore – Viareggio 4-0
Como – Piacenza 1-2
Bentegodi Verona – Sestrese 2-7
Parma – Treviso 1-2
Libertas Firenze – Enotria Goliardo 2-1
CCI
SC Italia Milan – Inter Milan 0-2 (SC Italia Milano mengundurkan diri)
Derthona – Vicenza 4-0
Putaran Utama
Zona FIGC dan CCI digabung. Pertandingan berlangsung dalam 2 leg (home dan away), sementara apabila hasilnya imbang akan ditentukan di pertandingan tambahan yg dilaksanakan di tempat netral hingga menemukan pemenangnya. Pemenang berhak lolos ke Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923. Klub yg disebut pertama adalah tuan rumah leg I, klub yg disebut serikutnya adalah tuan rumah leg II.
Rivarolese – Venezia 0-0 2-1
Spezia – Pastore 1-1 1-2 Piacenza – US Livorno 2-4 (diulang karena masalah teknis, hasil sebelumnya 1-4) 0-2 (Piacenza mengundurkan diri)
Brescia – Sestrese 2-0 0-5 (Penentuan 2-0)
Treviso – Derthona 0-1 0-1
Inter Milan – Libertas Firenze 3-0 1-1
Putaran Tambahan
Dibagi dalam 2 putaran; Semifinal dan Final. Setiap putaran berlangsung dalam 1 kali pertandingan dan dilaksanakan di tempat netral, kemudian diulang di lain waktu apabila hasilnya imbang. Pemenang putaran Final berhak lolos ke Prima Divisione Lega Nord FIGC 1922-1923 menggantikan Pro Livorno yg bangkrut.
Semifinal
Sestrese – Venezia 1-0
Spezia – Treviso 3-0
Final
Spezia – Sestrese 2-1
VI. Kontroversi Petisi Emilio Colombo & Perkembangannya
Dengan sekilas kita bisa melihat bahwa Comprommeso Colombo mengabaikan Lega Sud dibandingkan Lega Nord, indikasinya jelas yaitu bahwa Comprommeso Colombo sama sekali tidak mengatur pengorganisasian Lega Sud dan sepenuhnya fokus pd pengorganisasian Lega Nord. Hal ini jugalah yg pada awalnya menjadi titik utama kontroversi Comprommeso Colombo pada tahun2 awal kelanjutan Prima Divisione. Alasan Colombo memprioritaskan Lega Nord sebenarnya cukup bisa dipahami mengingat pada saat itu klub2 yg berasal dari selatan tidak memiliki prestise dan kemampuan finansial memadai sehingga hanya dianggap jauh lebih inferior, namun tetap saja tidak bisa dibenarkan karena jelas ada ketidakadilan dan diskriminasi dalam hal ini
Setelah era transformasi dari Prima Divisione ke Serie-A pd awal tahun 30an dan terutama pasca era Perang Dunia II pd akhir tahun 40an ternyata kontroversi seputar Comprommeso Colombo masih berputar, namun fokus kontroversi bergeser dari yg awalnya ttg diskriminasi terhadap klub2 Selatan (Lega Sud) menjadi ttg diskriminasi terhadap klub2 Prima Categoria dan Promozione 1921-1922 FIGC. Indikasinya utamanya adalah seputar penetapan 36 klub peserta Lega Nord Prima Divisione 1922-1923 dimana klub2 dari Prima Categoria 1921-1922 FIGC diberi jatah yg lebih sedikit dibandingkan klub2 dari Prima Divisione 1921-1922 CCI, bahkan pd proses spareggi seluruh wakil Prima Categoria 1921-1922 FIGC langsung diikutsertakan sejak Putaran Kualifikasi sementara hanya 2 dari total 6 klub Prima Divisione 1921-1922 CCI peserta spareggi yg mengikuti Putaran Kualifikasi. Indikasi lain adalah diturunkannya kasta Prima Categoria dan Promozione 1921-1922 FIGC setelah Comprommeso Colombo mentransformasi kedua kompetisi tersebut menjadi Terza Divisione dan Quarta Divisione.
Pergeseran kontroversi Comprommeso Colombo paling anyar terjadi pasca skandal Calciopoli 2006 yg memaksa Juventus terdegradasi dan meninggalkan Inter Milan sebagai satu2nya klub Italia sepanjang sejarah yg tidak pernah terdegradasi dari kasta pertama kompetisi sepakbola Italia. Sebagian pihak yg merasa tidak bisa menerima fakta ini bahkan kemudian memfitnah Inter Milan seharusnya terdegradasi pd tahun 1922 karena menempati posisi Juru Kunci Lega Nord Prima Divisione Grup B 1921-1922 CCI dengan menggunakan Comprommeso Colombo sebagai alasan Inter Milan terlepas dari degradasi. Hal terakhir inilah, yg setelah saya jabarkan panjang lebar di atas, akan saya luruskan kembali kebenarannya
Petisi Colombo versi Pasca Calciopoli 2006: Fitnah Terhadap Inter Milan & Fakta Sebenarnya
1. Fitnah: Inter Milan seharusnya terdegradasi setelah mengakhiri Prima Divisione 1921-1922 CCI sebagai Juru Kunci Lega Nord Grup B. Fakta: Sejak awal Regulasi Prima Divisione 1921-1922 CCI tidak menyatakan Juru Kunci kedua Grup Lega Nord otomatis terdegradasi langsung. Inter Milan yg berakhir sebagai Juru Kunci Lega Nord Grup B seharusnya menjalani play-off degradasi (spareggi) melawan Vicenza selaku Juru Kunci Lega Nord Grup A, pemenangnya akan bertahan di Prima Divisione dan yg kalah terdegradasi ke Seconda Divisione. Hanya saja Spareggi antara Inter Milan vs Vicenza tidak pernah terjadi karena didahului oleh disepakatinya Comprommeso Colombo sebelum jadwal pertandingan tersebut
2. Fitnah: Comprommeso Colombo diajukan oleh Emilio Colombo dan manajemen Inter Milan. Fakta:Manajemen Inter Milan tidak terlibat perancangan Comprommeso Colombo karena petisi tersebut awalnya disusun Emilio Colombo bersama Presiden FIGC, Luigi Bozino, dan Presiden CCI, Giovanni Lombardi pada sebuah pertemuan mediasi 7 Desember 1921 di Milan. Fitnah ini muncul hanya karena tempat diselenggarakannya mediasi berdekatan dengan vila milik Enrico Olivetti, Presiden Inter Milan dari 1923-1926 (baru dilantik sebagai Presiden Inter Milan hampir 2 tahun setelah proses mediasi awal yg dipermasalahkan!)
3. Fitnah: Comprommeso Colombo berisi permohonan agar Inter Milan tidak didegradasi dan menjadikan Venezia sebagai pengganti Inter Milan untuk degradasi. Fakta: Silakan dibaca lagi poin2 Comprommeso Colombo di atas dan tolong tunjukan bagian yg menyatakan Venezia menggantikan Inter Milan untuk terdegradasi. Inter Milan lolos dari degradasi berdasarkan regulasi yg disusun dalam Comprommeso Colombo setelah menjalani spareggi yg sah, sebaliknya Venezia justru terdegradasi juga berdasarkan regulasi yg disusun dalam Comprommeso Colombo setelah menjalani spareggi yg sah.

Sabtu, 26 November 2011

LA GRANDE INTER

Ketika Inter Milan mengakhiri penantian 45 tahun untuk mengangkat Piala Eropa di Santiago Bernabeu pada Mei 2010, kemenangan mereka 2-0 atas Bayern Munich adalah puncak dari lari yang telah fundamental didasarkan pada organisasi. José Mourinho, yang terkenal bagi manusia manajemen-nya dan taktik pragmatis, telah membentuk tim dalam gambar-Nya sendiri: ditentukan, kejam dan mudah beradaptasi

Kemenangan 1-0 di Stamford Bridge untuk mengalahkan mantan klubnya Chelsea di enam belas terakhir, yang benar-benar layak setelah kinerja luhur dan gol kemenangan, itu merupakan tanda awal dari apa yang akan terjadi. Dalam menghilangkan pemegang Barcelona dengan tampilan defensif bersejarah di Nou Camp di leg kedua semi final - selama lawan-lawan mereka telah menguasai 86% - Saya Nerazurri telah digunakan taktik yang dapat ditelusuri kembali ke lama sebelum Mourinho.

Angelo Moratti, seorang miliarder yang membuat kekayaannya melalui minyak, menjadi presiden Inter Milan pada 1955 dan bersepeda melalui berbagai pelatih - termasuk legenda klub Giuseppe Meazza untuk dua mantra yang terpisah - dalam upaya untuk memberikan Scudetto lain. Lima tahun setelah kedatangannya, dia akhirnya menemukan pria yang tepat. Helenio Herrera menyerahkan kendali pada tahun 1960 dan melanjutkan untuk memimpin Inter meraih tiga gelar Serie A, dua Piala Eropa (dan lain akhir) serta dua Piala Intercontinental. Timnya, efisien dibor dalam gaya catenaccio, menjadi dikenal sebagai Grande Inter dan Il Mago Herrera (Wizard).

Rincian waktu Herrera dan tempat lahir terselubung dalam misteri - diterima bahwa ia dilahirkan di sebuah pulau di suatu tempat di Rio de la Plata, di perbatasan Argentina dan Uruguay. Ketidakpastian tetap sekitar tanggal lahirnya, namun. Tidak hanya itu disarankan bahwa ayah Herrera sengaja memasukkan dokumen kelahiran yang salah, tapi kemudian istrinya juga mengklaim dirinya berubah Herrera jelas tahun kelahirannya 1910-1916. Anak dari orang tua Spanyol, keluarganya pindah ke Maroko ketika ia berusia empat dan ia menjadi warga negara Prancis

Seperti Mourinho, Herrera tidak mencapai sukses sebagai pemain. Seorang bek profesional, dia berbalik keluar untuk berbagai klub Prancis selama tahun 1930 dan 1940-an, terutama dengan Stade Francais, tapi piala berhasil menghindarinya. Setelah pensiun pada tahun 1945, Herrera segera memulai karir pelatih di Prancis, mengambil alih dan Stade Francais Puteaux. Pada tahun 1960, Herrera telah membangun reputasi luar biasa dengan karyanya di enam klub di Spanyol. Il Mago telah mantra di Real Valladolid, Malaga, Deportivo La Coruña dan Sevilla, tetapi berada di Atletico Madrid dan kemudian Barcelona di mana nya gaya manajemen lincah berbuah terbaiknya.

Herrera membawa Atleti untuk back-to-back kejuaraan Spanyol pada awal tahun 1950-an sebelum mengulangi feat hampir satu dekade kemudian di Catalonia. Barcelona juga memenangkan Piala Spanyol dan Inter-Cities Fairs Cup (pendahulu Piala UEFA) di bawah kepemimpinannya. Herrera meninggalkan Camp Nou setelah terus meludah dengan pemain bintang tim Laszlo Kubala, sebuah peristiwa yang meramalkan perawatan dari pemain tertentu di Inter, tapi kesan abadi telah ditinggalkan baik di Spanyol dan seluruh Eropa.

Sebuah disiplin dengan ide-ide trailblazing diet, motivasi dan taktik, Herrera benar-benar dari waktu ke depan. Dia benar-benar dikelola apa yang pemainnya makan dan merupakan salah satu pelatih pertama untuk mengambil skuadnya jauh sebelum pertandingan, membatasi kontak dengan keluarga dan teman-teman selama membangun-up. Seorang Buddhis yang mulai setiap hari dengan sesi yoga, Herrera diharapkan komitmen yang sama dari pemain di semua aspek persiapan. Sebagai alat motivasi, ia akan menanamkan mantra ke dalam jiwa tim dan menulis slogan-slogan di dinding ruang ganti.

Fans juga memainkan peran penting dalam keberhasilan Inter di bawah Herrera, seorang manajer yang dengan cepat menyadari pentingnya kerumunan. Klub didanai bepergian kelompok penggemar untuk memastikan dukungan gencar di laga tandang di Italia dan Eropa, sementara Herrera membantu untuk menciptakan asosiasi di seluruh negeri. Dalam banyak hal, dukungan Inter waktu bisa digambarkan sebagai ultras pertama. Pendekatan teliti dan ide-ide visioner, dikombinasikan dengan tim dari individu-individu berbakat, tak lama datang bersama-sama untuk menghasilkan periode terbaik dalam sejarah kesuksesan Inter.

Dalam dua musim pertamanya bertugas, Inter bermain gaya sepakbola luas dan gagal untuk memenangkan Scudetto. Dengan 1962-1963, Herrera telah mengadopsi formasi lebih defensif, mengasah 5-3-2 sebagai Inter memenangkan kejuaraan. Meskipun Herrera mengklaim telah menemukan catenaccio, timnya tidak bermain versi ultra-defensif ideologi. Itu tidak menghentikan dia, lagi bergema Mourinho, bermain dengan citra dalam upaya pragmatis untuk membelokkan tekanan dari timnya. Perilaku sinis mereka dan tekad belaka untuk menang mungkin telah dilengkapi template taktik catenaccio, tetapi mereka telah kehalusan lebih. Taca la bal - serangan bola - adalah moto dan gaya Herrera timnya sering bisa mendahului Total Football Belanda, yang akan dimuliakan satu dekade kemudian di Piala Dunia 1974.

Berdasarkan rock-solid kembali lima - biasanya Armando Picchi, Tarcisio Burgnich, Aristide Guarneri, Giacinto Facchetti dan Gianfranco Bedin - Grande Inter pakaian kontra-menyerang hipnotis. Facchetti, khususnya, menyediakan lebar reguler dari full-back, sementara Jair dan Sandro Mazzola adalah pemain bakat ini yang bisa memberikan gol. Picchi, juga, merasa nyaman membawa bola dari belakang meskipun penyapu ditunjuk. Herrera bahkan menemukan ruang di sisi tubuhnya, meskipun terkenal atas perintah dari Moratti, untuk pemain mewah - Mario Corso. Pemain sayap dibuat lebih dari 400 penampilan bagi Inter tapi akhirnya menjadi terkenal karena dirasakan kurangnya upaya

Memenangkan gelar pada 1963 berarti kualifikasi Piala Eropa Inter musim berikutnya, yang masih dalam masa pertumbuhan relatif, tetapi memiliki reputasi yang berkembang setelah eksploitasi awal Real Madrid dan Benfica. Rival sekotanya AC Milan telah memenangkan kompetisi tahun sebelumnya dan sesuai diikuti Inter pada upaya pertama. Inter hanya kebobolan dua gol dalam enam pertandingan pembukaan mereka, merobohkan Everton, Monaco dan Partizan, untuk mendirikan semi-final dengan Borussia Dortmund. Hasil imbang 2-2 leg pertama di Jerman memberi Italia keunggulan, dan kemenangan telah selesai dengan kemenangan 2-0 kembali di Milan. Sekitar 30.000 Interisti perjalanan ke Wina untuk, sisi akhir Herrera mengalahkan lima kali juara Madrid, yang timnya adalah penuaan dengan 1964, 3-1 untuk mengangkat trofi.

Musim berikutnya, 1964/65, sangat banyak Inter dan puncaknya Herrera. Inter memenangkan kedua Seri A dan Piala Eropa untuk kedua kalinya di bawah Argentina, mencapai ganda yang luar biasa. Inter lagi menunjukkan nilai mereka di Eropa, menolak Dinamo Bucharest, Rangers dan - kontroversial - Liverpool untuk mencapai final kedua berturut-turut. Dua kali juara Benfica, yang dipimpin oleh Eusebio angkuh, para penentang mereka dan tujuan Jair soliter terbukti cukup untuk memenangkan piala didambakan untuk musim kedua berjalan. Scudetto lain diikuti pada tahun 1966 sebelum penampilan ketiga Piala Eropa akhir tahun kemudian. Meskipun mengambil memimpin dini melalui Mazzola, Inter dipukuli oleh 'Singa Lisbon Celtic di salah satu final paling terkenal dalam sejarah turnamen itu.

Inter tidak akan pernah mencapai ketinggian yang di bawah Herrera lagi, dan memang di bawah setiap manajer untuk waktu yang lama. Dia meninggalkan klub pada 1968 dan meskipun dia kembali untuk kampanye lain di pertengahan 1970-an, dominasi dari Grande Inter berakhir. Tuduhan akan muncul ke permukaan di tahun kemudian berkaitan dengan doping dan suap di klub, tetapi mereka tidak banyak untuk menodai besarnya semata prestasi Herrera. Yang pertama dari manajer modern jenis, ia merevolusi klub dan dampaknya, begitu banyak yang dapat dilihat pada Mourinho, masih terasa hari ini.
by Chris Shaw

Kamis, 27 Oktober 2011

forza inter!!!!!

CORO CURVA NORD


Ti seguiremo ovunque andrai
sempre al tuo fianco tu ci vedrai
perchè l'Inter è nel mio cuore
è la mia vita, l'unico mio amore
Da piccolino non lo sapevo
ma l'ho capito mentre crescevo
tifare Inter vuol dire onore
e mio cugino lo odio con tutto il cuore
la la la la capolista vola
la la la la capolista vola
la la la la capolista vola LALALALALALA

ascolta la base audio
Forza ragazzi non vi lasceremo mai

Forza ragazzi non vi lasceremo mai...
Forza ragazzi non vi lasceremo mai...
Forza ragazzi non vi lasceremo mai...
la Nord è qui con voiiiii.....


ascolta la base audio
Ovunque noi andremo

Ovunque noi andremo....
sempre ti sosterremo
noi non ti lasceremo maaaaai...
forza inter dai.....
lalalalallalala


ascolta la base audio
Ma che bello è

Ma che bello è...stare insieme a te...
son 30 anni che...svalvoliam per te...
FORZA INTER ALE'...INTER INTER!!!
(con battimani) Ma che bello è...
stare insieme a te... son 30 anni che...svalvoliam per te...
FORZA INTER ALE'...INTER INTER!!!

ascolta la base audio
Io ti seguirò

Ioooo....ti seguirò...sempre e ovunque canteròòò...per l'onore della maglia...FORZA INTER FACCI UN GOOOOL.....ooo oooo o oooo ooo FORZA INTER FACCI UN GOOOL!
Inter devi vincere!!

Oraaa tutta quanta la Curva...canterà per te...Inter devi vincere...Inter devi vincere!!!


ascolta la base audio
Insieme a noi

Insieme a noi...Insiema a noi...Forza Inter vinci e lotta insieme a noi...Insieme a noi...Insieme a noi...Forza Inter vinci e lotta insieme a nooooi...insieme a noi insieme a noi Forza Inter vinci e lotta insieme a noi!
Inter vinci per noi

Dai Inter vinci per noooi...Dai Inter lotta per nooooiii...ovunque sarai da noi sentirai un coro che fa così...INTER!!!

ascolta la base audio
Sempre con voi

Siamo sempreee con vooii..
Siamo sempreee con vooii..
Siamo sempreee con voi non vi lasceremo maiiiiiii!!! Forza Inter eeeee...Forza Inter ooo...Forza Inter eeee....Forza Inter alee aleee!!!
Chi noi siamo

In ogni posto che andiamo...
La gente vuol sapere.... Chiii noooi siamo... Glielo diciamo....
Chiiii noooi siamo...Siamo l'armata nerazzuuurra...e mai nessun ci fermerà...noi saremo sempre qua quando l'Inter giocherà perchè l'Inter è la squadra degli ULTRAAAA'...nerazzurro è il colore che amiamo...nerazzurro sei tutto per noi...a S.Siro in Italia e in Europa...sei la fede di noi tuoi ULTRAAAA'..ooooOoOoo
Eccoci qua

Eccoci quaaaa...noi della Noooord....siamo gli ULTRAAA'...e canteremo così! Eoooo forza magica Inter...eeeOooo forza magica Inter EooOo forza magica Inter....
Enolagay

Tu per noi puoi vincere e poi...puoi pure perdere...tanto siamo sempre con te...è il nostro canto che dovunque sarai nell'aria sentirai...Neroblu è il colore per cui cantiamooo Nerobluuuu dai forza Inter daaii Nerobluuu...noi siamo qui con teee...dai forza Inter Inteeer Alèèè!!!

ascolta la base audio
Canteremo fino alla morte...TUA!!!

Cantereeeemo fino alla morte...TUUUAAA...innalzando i nostri coloooor...è la canzone che viene dal cuooooor...alèèè alèèè Inter alèèè...alèèèè Inter alèèè Forza Inter..Olèèè!

ascolta la base audio
In alto le nostre bandiere

In alto le nostre bandiereee...garriscono al vento del Noooord...noi siamo l'armata nerazzurraaa...ovunque coi nostri colooor...OoOOooOOo...OooOooOo...
OoooOOoo...OooOOoooo

ascolta la base audio
Azzurra e nera

Azzurra e neeeraa...è la bandieraaaa...che dalla curva sventoliamo alta e fieeera...diglielo ai GOBBI....ed agli Exxx...che io piuttosto di tradirla morireeeeiii...LA LLA Lallala La la Lalallala!

ascolta la base audio
Alè Inter

Alè Alè Alè INTER Alèèèè....
Alè Alè Alè INTER Alèèèè....
Alè Alè Alè...Alè Alè Alè...
Alè Alè Alè INTER Alèèèè....
OoOoOOoOO....OoOOoo..OOooOO...
OOooOOoooOooo...
Sempre al tuo fianco

Siamo sempre al tuo fianco...io di te non mi stanco...sei la cosa più bella che c'èèèèèèèè...OooOOoOooo...
OOoOOoOOooOOooO....
Siamo sempre al tuo fianco...io di te non mi stanco...sei la cosa più bella che c'èèèèèèèè...
Nerazzurro è

Nerazzurro èèèè la cosa che nasce dentro di meeeee...Neroblu sono i colori che amiamo noi...non ci fermerete mica voi...BASTARDI!!!

ascolta la base audio
Siamo sempre qua

Siamo sempre qua...che cantiam per teee...Alè Inter Alèèèèèè...Alèèè Alèèè Alèèè Inter Alèèè...siamo sempre qua...che cantiam per te...Alèèè Inter Alèèè...
Combatti e lotta

Dai Forza Inter olèèè...
Dai Forza Inter olèèè...
Combatti e lotta perchèèè....
noi siamo sempre...con te!! Lalalalla La la...la La laLalla La la...
Sha la lalla

Shalalalalaaaaaaa.....
Shalalalalaaaaaaa.....
Shalalalalaaaaaaa Shalalalalaaaaaaa.....
Shalalalalaaaaaaa INTER!!
OoOOoooOOooo...
OoOOoooOOooo...
OoOOoooOOooo INTER!!
E facci un gol

E facci un gol..eee...E facci un gol..eee..E Forza Inter facci un gooool...ed è la Nord che te lo chiede....E Forza Inter facci un goooool!
Nerazzurri Alè

Nerazzurri Alè Alèè...Nerazzurri Alè...
Nerazzurri Alè Alèè...Nerazzurri Alè
TUTTI INSIEME!!!
Nerazzurri Alè Alèè...Nerazzurri Alè...
Nerazzurri Alè Alèè...Nerazzurri Alè
TUTTI INSIEME!!!
E perchè l'Inter

E perchè l'Inter è la squadra del mio cuore...e perchè l'Inter è l'unico mio amore...per te facciam di tutto andiamo anche in galeraaa!Neroblu Neroblu che bel divertimento...Neroblu Neroblu per sempre insieme a teee!!!
Sarà capitato anche a voi

Sarà capitato anche a voiiiiiii...di avere l'Inter nel cuooore...cantando una sola canzooone...che fa...Nerazzurri Alè Nerazzurri Alè Nerazzurri Alèèèèè...
ascolta la base audio
Ogni volta che in campo
c'è l'Inter


ogni volta che in campo c'è l'Inter...con indosso i colori che amiamo...difendiamo la nostra bandiera...continuiamo a cantare per teeeee....
Ai Ai magica Inter

Ai Ai Ai Aiiii...magica Inteeeer...è triste il mio cuore lontano da te...che pensa soltanto alla figa!!!
No al calcio moderno

Non ne possiamo piùùùùù....delle divise bluuuu...no al calcio modernooo...no alla pay-tv....
I Nerazzurri

Alèèè Inter Alèèè...
Alèèè Inter Alèèè...
Alèèè Inter Alèèè...
i Nerazzurri i Nerazzurri Alèèè!!
Olè Inter

Olè Olè Olè Olè...
Inter Inter...
Olè Olè Olè Olè...
Inter Inter!